doYbBlURckneUDD7iKti5OGNDryxnl8wVYB70j9n
Bookmark

Puisi Reflektif "Langit dan Harapan" | OIeh ddandrn

Langit dan Harapan
Src: wallpaperflare.com

Pernahkah kamu merasa kecil di bawah langit yang begitu luas? Birunya menggoda, menyimpan rahasia mimpi-mimpi yang seolah jauh, tapi selalu ada di depan mata. Langit bukan sekadar pemandangan, tapi cerminan perjalanan kita—kadang tenang, kadang dihantam badai.

Langit itu luas, birunya menggoda,
Menyimpan mimpi yang tak pernah kupahami.
Awan-awan berarak, seperti perjalanan kita,
Kadang tenang, kadang diterpa badai tanpa henti.

Saat senja tiba, ia melukis cerita,
Oranye, merah, ungu—warnanya tak tertebak.
Begitu indah, seperti kenangan yang tertinggal,
Membakar hati, tapi tak bisa kugenggam.

Di malam yang pekat, aku menatap bintang,
Mereka berbisik, "Jangan berhenti bermimpi."
Langit malam ini, gelap tapi penuh harapan,
Seperti hidup, selalu ada cahaya di ujung jalan.

Oleh: ddandrn

Jangan pernah berhenti bermimpi, meski malam terasa pekat. Ingatlah, di balik kegelapan selalu ada bintang yang berbisik: harapan itu nyata. Mari terus melangkah, karena seperti langit, hidup pun selalu menawarkan warna baru di ujung jalan.

Find me : 

Posting Komentar

Posting Komentar

Jangan yang mengumbar kebencian ya! Enjoyed!!