doYbBlURckneUDD7iKti5OGNDryxnl8wVYB70j9n
Bookmark

Retak Dibalik Wajar | Prosa Reflektif Oleh Sepuh Abadi

Retak Dibalik Wajar
Img Src: wallpaperflare.com

Pernahkah dirimu terjebak dalam arus yang tak kau pilih, seolah melawan derasnya hidup yang menuntut?Kewajaran, bila dipaksakan, kehilangan ruhnya—seperti air yang dipaksa melawan arus ia bergerak tanpa arah, hening tanpa kedamaian. Di sanalah kita sering lupa, bahwa harmoni sejati hanya lahir dari kebebasan.

Kewajaran yang dipaksakan akan meruntuhkan makna sejatinya,
Bagaikan air yang dipaksa mengalir ke arah yang bertentangan,
Ia mungkin akan bergerak, namun kehilangan alirannya,
Kehilangan kedamaian yang hanya lahir dari kebebasan.

Keterpaksaan adalah benih kebohongan,
Mewajarkan apa yang tak layak dijalani,
Hanya menutup luka dengan kain tipis,
Yang akhirnya akan robek dan terbuka lebar.

Jika kita terus mewajarkan keterpaksaan,
Kita perlahan membunuh arti kebenaran,
Kewajaran tak lagi hadir dengan lembut,
Namun berubah menjadi topeng yang kaku, tak bernyawa.

Sebab kewajaran adalah harmoni alami,
Ia tak bisa dipaksakan, tak bisa direkayasa,
Ia lahir dari kebebasan yang tak terikat,
Dari pilihan yang tak terbelenggu oleh rasa takut.

Maka biarlah kewajaran berdiri sendiri,
Tanpa paksaan, tanpa manipulasi,
Agar ia tetap tulus dan jernih,
Seperti mata air yang memancar dari hati yang tenang.

Oleh : Sepuh Abadi

Biarkan kewajaran menemukan jalannya sendiri, tanpa paksaan yang mengaburkan makna.
Sebab, keindahan sejati tak pernah dipaksakan, ia lahir dari pilihan yang bebas dan hati yang damai.
Seperti mata air yang mengalir tenang, izinkan hidupmu menemukan harmoninya—tulus, jernih, dan penuh makna.

Find me : 

Posting Komentar

Posting Komentar

Jangan yang mengumbar kebencian ya! Enjoyed!!