doYbBlURckneUDD7iKti5OGNDryxnl8wVYB70j9n
Bookmark

Prosa Puitis "Intrinsik Perempuan" | Oleh Relung Tintaku

Prosa Puitis "Intrinsik Perempuan"
Src: wallpaperflare.com

Dalam hidup, ada saat di mana hati terasa begitu sunyi, seolah dunia meminta kita berhenti untuk sekadar bernapas. Ini adalah cerita tentang seorang wanita yang memilih berdamai dengan dirinya sendiri, di tengah badai yang tak henti menghantam.

Akan ada suatu masa dimana seorang Wanita berhenti berharap.
Menutup semua pintu dari segala rasa cemas dan memberikan jarak antara dirinya dan "dunia"

Terdiam saat semua orang di sekelilingnya tertawa
Serta merasa "biasa saja" ketika semua orang mulai saling beradu luka
Memilih menarik diri dari kerumunan dan lebih menikmati kesendirian
Mengingat kembali masa-masa suram namun rasanya sudah tak lagi menyakitkan
Melihat daftar orang-orang yang pernah menyakiti,
namun tak bisa lagi untuk membenci

Menatap kenangan akan sedikit bahagia yang pernah menyapa namun rasanya mulai "biasa saja"
Entahlah, mungkin ini yang namanya "mati rasa"
Titik terendah depresi seorang wanita
Level tertinggi dari "Terserah" yang seringkali terbungkus mesra oleh pasrah

Lebih memilih untuk menjadi makhluk tak kasat mata dan menikmati hidup dengan "caranya"
Tidak lagi mempedulikan omongan orang lain sebab semua hal kini hanya tentang diri Nya

Oleh: Relung Tintaku

Terkadang, keberanian terbesar seorang wanita adalah ketika ia memilih mencintai dirinya dengan cara yang tak lagi memerlukan pengakuan dari dunia. Sebab, hanya ia yang tahu bagaimana menyembuhkan luka di dalam senyap.

Karya kamu mau di post juga? 
Klik disini Untuk hubungi Admin ya! 

 

Find me : 


Posting Komentar

Posting Komentar

Jangan yang mengumbar kebencian ya! Enjoyed!!