Di tengah kesunyian yang menggulung malam, aku menyadari satu hal: kepergian bukan sekadar langkah menjauh, melainkan penyerahan diri pada takdir yang tak terhindarkan.
Perlahan, aku tenggelam dalam bisikan malam,
Mengembara menuju kepergian yang tak mengenal kembali.
Hadirku menjelma menjadi bayang yang samar,
Tanpa niat lagi menyentuh keresahanmu yang rapuh.
Dalam keheningan aku meniti jejak,
Mengingkari napas, menghapus jejak ragu yang tertinggal.
Perlahan, aku sirna ke dalam sudut keabadian,
Membisikkan ketulusan yang terbalut kepedihan.
Pergilah. Biarkan aku menjadi angan tanpa suara,
Ucapan selamat tinggal ini tak butuh belas kasihan.
Kau, teruslah bersinar dalam kebebasan tanpa batas,
Sementara aku menyusup pergi, mengusir bayang yang terusik.
Kenangan kita hanyut, larut dalam arus masa lalu,
Kau dan aku, terpisah dalam deras arus berbeda.
Perlahan lenyap di antara jeda yang tak teraih.
Namun, terima kasih, untuk harapan yang pernah terlantun dalam doa.
Oleh: ddandrn
Dan kini, biarkan semua menjadi angin yang berlalu, membawa kenangan kita menuju keabadian, tanpa dendam, hanya syukur yang tersisa.
Karya kamu mau di post juga?
Klik disini Untuk hubungi Admin ya!
Find me :
- Facebook: ddandrn
- Instagram: ddandrn
- Twitter: ddandrn
- Youtube: ddandrn
- Channel Telegram: Prosa Indonesia




Posting Komentar